Saya seringkali menemui orang yang memulai chat hanya dengan memanggil nama saja. "Halo", "Permisi", atau hanya "Mas", "Mam" tanpa langsung menyampaikan tujuannya. Ini bikin saya harus nunggu pesan berikutnya, padahal kadang lagi fokus ngerjain sesuatu.
Jujur aja, kalau cuma dapat chat "Mam" atau "Mas" doang, saya sering balesnya besok, atau bahkan ga saya bales sama sekali. Bukan karena ga sopan, tapi karena saya ga tau ini urgent atau ngga, penting atau ngga. Kebiasaan kayak gini sebenernya kurang efisien, baik untuk yang ngirim maupun yang nerima pesan.
Contoh Chat yang Bikin Pusing
Pernah dapat chat kayak gini?
[10:00] Orang: "Halo kak"
[10:15] Saya : "Iya, ada apa?"
[10:20] Orang: "Mau tanya dong"
[10:21] Saya : "Tanya apa?"
[10:25] Orang: "Soal tugas kemarin"
[10:26] Saya : "Tugas yang mana?"
[10:30] Orang: "Yang deadline-nya besok"
Atau yang lebih menyebalkan lagi:
[09:00] Orang: "Mam"
[09:15] Saya : "Iya?"
[09:20] Orang: "Mam sibuk ga?"
[09:40] Saya : "Ada apa?"
[09:45] Orang: "Gajadi mam"
[09:26] Saya : "???"
[09:27] Saya : "Sorry, lain kali kalau mau tanya dipikir dulu ya"
[09:00] Orang: "Mam"
[09:15] Saya : "Iya?"
[09:20] Orang: "Lagi sibuk ga?"
LAH KALAU SAYA SIBUK KENAPA??
Gimana Kalau Gini?
[10:00] Saitama: "Halo kak, mau tanya tugas yang deadline besok. Bagian analisis data masih bingung, boleh minta penjelasan atau contohnya?"
[10:05] Saya: "Oh itu maksudnya begini... [penjelasan]"
Cuma 5 menit kelar. Jauh lebih hemat waktu kan? Enakkan?
Baca
Saya belajar bahwa komunikasi yang jelas sejak awal itu sangat membantu. Dengan menyampaikan inti dan konteksnya langsung, percakapan jadi lebih efisien dan tidak perlu bolak-balik bertanya. Rasanya juga lebih menghargai waktu orang lain—terutama saat semua sedang sibuk. Pesan yang to the point lebih mudah dipahami, gampang dicari lagi, dan menurut saya terasa lebih profesional dibandingkan sekadar menyapa tanpa tujuan yang jelas.
Terima Kasih
Komunikasi yang efektif bukan berarti jadi kaku atau tidak ramah. Kita tetap bisa bersikap sopan dan hangat sambil menyampaikan maksud dengan jelas. Bagi saya, kuncinya ada pada menghargai waktu orang lain dengan memberikan konteks yang cukup sejak awal.
Sejak mencoba kebiasaan ini, saya merasa komunikasi jadi lebih lancar dan produktif. Orang-orang pun cenderung lebih menghargainya. To the point bukan berarti tidak sopan—justru sering kali itu menunjukkan profesionalisme dan rasa hormat terhadap waktu bersama.